Bayi dan Ibu…

Dalam perjalanan pulang dari malang saya melihat seorang ibu yang kebingungan karena anaknya yang mungkin berusia 1 tahun tidak berhenti menangis. Beberapa penumpang lain merasa terusik dan berusaha untuk mengetahui apa yang terjadi. Hal itu malah kemudian membuat si ibu semakin tidak enak. Entah kemudian marah, kesal atau bagaimana si Ibu menyuruh anaknya diam dengan nada agak kasar. Hal itu bukannya membuat si anak diam malah semakin nyaring tangisannya. Hingga beberapa saat si Anak belum juga berhenti menangis sampai kemudian si Ayah dengan terpaksa mengambil alih dan membawa anaknya berjalan-jalan di sepanjang lorong bis yang bisa dikatakan sesak. Memang manjur, tidak lama si anak telah diam dan sudah tidak rewel lagi. Hanya saja ketika anak tersebut kembali di gendong oleh Ibunya, ia kembali menangis bahkan lebih keras dari sebelumnya.

Ada apa ? Itu terbenak di kepala saya. Bukankah Ibu adalah orang yang paling dekat dengan si Anak. Bagaimanapun hubungan darah yang tercipta antara ibu dan anak jauh lebih kuat dari ayah dan anak. Saya kemudian teringat pada sebuah artikel yang sempat saya baca sekitar tahun lalu. Dalam artikel tersebut, penulisnya menyatakan bahwa antara anak dan ibu tercipta hubungan batin yang sangat dalam. Sehingga kadang-kadang apa yang dirasakan oleh Ibu juga mengimbas pada anak. Dari sini kemudian saya menebak bahwa si Ibu sedang gelisah dan berada dalam masalah yang cukup serius. Atau bisa juga si Ibu memang sedang tidak enjoy mengasuh si Anak pada saat itu. Hal tersebut kemudian berimbas pada kondisi kejiwaan si anak.

Terlintas juga pada saat itu di benak saya, bahwa anak tersebut sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu pada orang tuanya. Hanya saja ia tidak bisa mengungkapkannya selain dengan menangis tersebut. Di sinilah kemudian diperlukan kearifan dari orang tua untuk memahami perilaku anaknya sehingga tidak terjadi salah tafsir dari tangis anak tersebut.

Namun terlepas dari itu semua, terdetik juga di hati saya. Sudah siapkah kira-kira saya jika nantinya juga mengalami hal yang sama. Bagaimana dengan Anda…?

Powered by ScribeFire.

Tinggalkan Balasan