Pindah Alamat…

Alhamdulillah…akhirnya hosting saya yang baru sudah aktif. Jadi blog ini sementara diOFFin..pindah ke alamat yang baru http://anwardani.co.cc/blog/ tetep kunjungi ya…

Dari printer makan jagung sampe beli lapto Aceeeeer…

Pernah liat orang makan jagung…?hampir pasti jawabannya ya…tapi klo liat printer makan jagung pasti baru denger…saya saja yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri sampai geleng-geleng seraya tertawa…malah ada yang terpingkal-pingkal. Yah, memang begitu adanya. Begini ceritanya. Kemarin jumat, saya bersama teman-teman warnet ke surabaya bareng-bareng. Bawa printer yang sudah hampir 3 hari ngadat g bisa dipake. Setiap kali akan ngeprint pasti kertasnya cuma bisa masuk sebelah. Analisa pertama kita karena roll-nya kotor jadi tersendat, g bisa narik kertas dengan benar. Maka jadilah printer Epson C87 itu kita bawa ke surabaya bersama saudaranya Epson C90 milik teh V2n yang mo dimodif. Selain itu kita juga ada rencana beli laptop milik ji bahrus (katanya seh mo dipake ma iLa…-g tahu yang mana orangnya-).

Di bus, kita ketemu sama k2k kelas, alumni 2001. Mbak Ningsih (gitu katanya). Saya bisa kenal karena ternyata dia teman dekat mbk Ela (itu tuh…calon mkb…..r). Saya sempat ngasih dia no-nya mbk ela…katanya kangen udah lama g ketemuan. Dari ujung kita naik angkot. Nah, ini aneh juga. Kok ada angkot dari ujung langsung lewat depan THR. Kan aslinya musti berhenti di per4an Kapasari trus jalan ke THR sekitar 200 meteran. Nah, yang ini kok bisa-bisanya nawarin langsung THR. Kita sih mau saja. Kalo bener lumayan g bikin capek jalan. Nyatanya memang kita lewat depannya THR, tapi jalannya men…masuk2. Sampe-sampe si Hamdan bilang, ini angkot SMS (sok Masok)…karena memang jalannya tidak lewat jalur biasa tapi lewat jalur sempit-sempit, masuk-masuk kawasan tidak dikenal…akhirnya setelah skian lama duduk tanpa sadar lewat daerah mana kita akhirnya sampe juga. Benar memang…depannya THR langsung, tapi di belakangnya taman Kusuma Bangsa. Jadi masih jalan, tapi cuma 50 meter n g panas karena banyak pepohonan yang rindang.

Sampe THR sudah hampir Jum’at..pas mo kluar ke masjid hujan turun dengan derasnya…jadinya kita g jumatan deh…kita dzuhuran saja jamaah…usai shalat kita antar printer ke tempat dulu beli…kan katanya garansi life time (se-umur hidup). Sekalian juga kita ngasih printer-nya mbk V2n yang mo dimodif. Selesai urusan di situ kita muter untuk cari laptop n makan siang…muter-muter cari laptop seusai makan lumayan lama…sebenarnya bukan cari model ato tipenya seh karena memang sudah jelas tipe yang mo dibeli…kelilingnya cuma cari-cari info harga n cari brosur titipan ust. tidjani yang mo beli LCD…

Dari sekian banyak stan yang kita temui, rata2 menawarkan harga sekitar 5,3-5,4 jutaan. Padahal harga aslinya cuma 5,2 jeti. Akhirnya saya pergi ke showroom Acer. Cari barang di sana…dapat harga segitu. Ditwar2 g bisa juga. Udah mentok. Udah net, gitu istilahnya…ya akhirnya deal juga tuh…selesai belanja laptop kita balik ke tempat service printer tadi…dan terjadilah kejadian ajaib itu…

Waktu masuk toko, mbaknya sudah senyum2. Saya jadi heran juga…ada apa…?nengok kanan kiri sapa tahu ada anak2 yang iseng. tapi biasa-biasa aja. Pas waktu menyerahkan tanda bukti mbaknya langsung nanya…”mas suka makan jagung ya…?” lah, saya kontan kaget. Kok bisa dia tahu makanan kesukaan kita di kamar, yang hampir tiap hari jadi menu utama…mbaknya senyum-senyum lagi…

“Kok tahu mbak…?” ujar saya heran. Mbaknya lalu ngambil satu biji jagung, hanya aneh…kok ada hitem-hitemnya…saya berpikir sejenak baru nyambung… “jadi…?!?!?” ujar saya tidak percaya…

“Ya, printernya ngadat gara-gara makan jagung…” kata mbaknya sambil tersenyum. Saya kontan tersenyum, lalu saya bilang ke teman2. “Lain kali klo makan jagung jangan dikamar…”

“memang kenapa..?” Hamdan yang belum tahu soal ini bertanya. Lalu saya sampaikan bahwa printernya makan jagung, jadinya mogok g mo narik kertas. Nah, kontan saja dia dan yang lain tertawa… (note: lain kali kalo mo makan jagung hati2, jangan sampe printernya ikut makan lagi…) Printer-nya mbak V2n menghabiskan 250.000 untuk modifnya. Pokoknya bisa jalan n g bikin repot, begitu pesannya waktu saya tanya soal harga. Selesai itu kita balik, nyampe pondok sekitar jam setengah 10 malam.

Promo Net-Instan

Saya baru saja menyelesaikan urusan dengan orang telkom. Pengaktifan line baru yang akan digunakan warnet, menggantikan line lama yang sementara ini diOFFkan. Line baru ini diikutkan program promo telkomnet@instan yang katanya berlaku hingga 31 maret 2008. Dengan program promo ini warnet hanya dibebani biaya Rp. 300.000,- / bulannya dengan pemakaian unlimited. Tentu program ini sangat menggembirakan, apalagi bulan ini warnet saya kena tagihan 1,9 jeti. Ini karena pemakaian bulan Januari memang tinggi sekali. Minat santri untuk OL sangat tinggai, setiap buka selalu penuh. Jadinya tagihan melonjak. Dengan program ini mudah-mudahan lebih bermanfaat. Pihak warnet juga langsung membuka program promo baru. Net-Rokhis, begitu teman-teman manajemen menyebutnya. Program 3000/jam bagi santri dan 2000 bagi guru.

Soal kecepatan, saya memang belum mengujinya pada trafick full. Tapi karena polanya tidak jauh beda dengan yang umum, harusnya tidak terlalu jauh berbeda dengan yang lama. Ketika pemasangan line tadi, sempat ada perbincangan antara saya dengan teknisi telkom. Mereka agak kaget juga ketika saya katakan bahwa kecepatan netinstan sangat tergantung jenis modem. Jadi bukan karena jaringannya. Ini karena memang, awalnya warnet menggunakan modem jenis lama (peninggalan jaman baheula). Ketika menggunakan modem itu, kecepatan akses bisa mencapai 52-56 Kbps. Seperti yang ditawarkan telkom di promonya. Hanya sayang, modem ini kena hantam sengatan petir beberapa waktu lalu. Dan anehnya setelah saya ganti dengan modem produk baru dengan merek yang sama kecepatannya drop sampe 44 Kbps. Paling puol hanya 46 Kbps. Tidak bisa lebih dari itu. Saya coba lagi ganti dengan modem yang lain sama juga. Waktu tak coba dengan laptop, juga sama. Setelah sekian kali coba, bongkar pasang akhirnya saya menyerah dan tetap menggunakan yang baru itu saja. Sayang sebenarnya, modem lama yang bandel itu sampai rusak…

Powered by ScribeFire.

Seusai Seminar Proposal

Alhamdulillah…akhirnya selesai juga seminar proposal. Ntah dapat nilai berapa tidak jadi urusan, yang penting satu beban di benak saya sudah hilang. Ada hikmahnya juga sih seminar ini, saya juga dapat tambahan ilmu. Flash + Actionscript. Ceritanya begini, untuk seminar proposal setiap orang harus membuat presentasi dengan powerpoint. Sebenarnya tidak masalah sih, hanya saya ingin sesuatu yang beda sekalian belajar sesuatu yang baru. Maka jadilah saya berencana membuat presentasi dengan flash. Untuk keperluan itu saya googling tentang flash. Ketemua banyak, di www.babaflash.com, www.flashkit.com, www.kirupa.com, www.actionscript.com dll

Berbekal itu semua saya mencoba membuat presentasi, hasilnya lumayanlah. Lebih interaktif daripada powerpoint. Dari pembuatan presentasi ini saya menilai bahwa flash tidaklah sesulit yang saya bayangkan dulu. Apalagi begitu kenal Actionscript. Wah asik banget. Apalagi dari tutorial tersebut saya menjadi tahu bahwa flash bisa berinteraksi dengan database lewat PHP atau CFM. Jadi pengen bikin aplikasi pake flash jadinya…(kapan ya…)

Nah, kemaren sore. Saya bersama teman-teman ke pantai. Untuk menyaksikan terbenamnya matahari di sana. Sekalian menyegarkan kembali pikiran yang kalut beberapa hari ini. Wah, di sana banyak kejadian lucu-lucu. Ini ada beberapa foto yang sempat diabadikan.

[ lagi sembunyi dikejar kambing gila ]


[ di tengah tambak ]

Powered by ScribeFire.

Seusai Seminar Proposal

Alhamdulillah…akhirnya selesai juga seminar proposal. Ntah dapat nilai berapa tidak jadi urusan, yang penting satu beban di benak saya sudah hilang. Ada hikmahnya juga sih seminar ini, saya juga dapat tambahan ilmu. Flash + Actionscript. Ceritanya begini, untuk seminar proposal setiap orang harus membuat presentasi dengan powerpoint. Sebenarnya tidak masalah sih, hanya saya ingin sesuatu yang beda sekalian belajar sesuatu yang baru. Maka jadilah saya berencana membuat presentasi dengan flash. Untuk keperluan itu saya googling tentang flash. Ketemua banyak, di www.babaflash.com, www.flashkit.com, www.kirupa.com, www.actionscript.com dll

Berbekal itu semua saya mencoba membuat presentasi, hasilnya lumayanlah. Lebih interaktif daripada powerpoint. Dari pembuatan presentasi ini saya menilai bahwa flash tidaklah sesulit yang saya bayangkan dulu. Apalagi begitu kenal Actionscript. Wah asik banget. Apalagi dari tutorial tersebut saya menjadi tahu bahwa flash bisa berinteraksi dengan database lewat PHP atau CFM. Jadi pengen bikin aplikasi pake flash jadinya…(kapan ya…)

Nah, kemaren sore. Saya bersama teman-teman ke pantai. Untuk menyaksikan terbenamnya matahari di sana. Sekalian menyegarkan kembali pikiran yang kalut beberapa hari ini. Wah, di sana banyak kejadian lucu-lucu. Ini ada beberapa foto yang sempat diabadikan.

Bayi dan Ibu…

Dalam perjalanan pulang dari malang saya melihat seorang ibu yang kebingungan karena anaknya yang mungkin berusia 1 tahun tidak berhenti menangis. Beberapa penumpang lain merasa terusik dan berusaha untuk mengetahui apa yang terjadi. Hal itu malah kemudian membuat si ibu semakin tidak enak. Entah kemudian marah, kesal atau bagaimana si Ibu menyuruh anaknya diam dengan nada agak kasar. Hal itu bukannya membuat si anak diam malah semakin nyaring tangisannya. Hingga beberapa saat si Anak belum juga berhenti menangis sampai kemudian si Ayah dengan terpaksa mengambil alih dan membawa anaknya berjalan-jalan di sepanjang lorong bis yang bisa dikatakan sesak. Memang manjur, tidak lama si anak telah diam dan sudah tidak rewel lagi. Hanya saja ketika anak tersebut kembali di gendong oleh Ibunya, ia kembali menangis bahkan lebih keras dari sebelumnya.

Ada apa ? Itu terbenak di kepala saya. Bukankah Ibu adalah orang yang paling dekat dengan si Anak. Bagaimanapun hubungan darah yang tercipta antara ibu dan anak jauh lebih kuat dari ayah dan anak. Saya kemudian teringat pada sebuah artikel yang sempat saya baca sekitar tahun lalu. Dalam artikel tersebut, penulisnya menyatakan bahwa antara anak dan ibu tercipta hubungan batin yang sangat dalam. Sehingga kadang-kadang apa yang dirasakan oleh Ibu juga mengimbas pada anak. Dari sini kemudian saya menebak bahwa si Ibu sedang gelisah dan berada dalam masalah yang cukup serius. Atau bisa juga si Ibu memang sedang tidak enjoy mengasuh si Anak pada saat itu. Hal tersebut kemudian berimbas pada kondisi kejiwaan si anak.

Terlintas juga pada saat itu di benak saya, bahwa anak tersebut sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu pada orang tuanya. Hanya saja ia tidak bisa mengungkapkannya selain dengan menangis tersebut. Di sinilah kemudian diperlukan kearifan dari orang tua untuk memahami perilaku anaknya sehingga tidak terjadi salah tafsir dari tangis anak tersebut.

Namun terlepas dari itu semua, terdetik juga di hati saya. Sudah siapkah kira-kira saya jika nantinya juga mengalami hal yang sama. Bagaimana dengan Anda…?

Powered by ScribeFire.

Membagi koneksi internet (dsl) di windows XP dengan proxy

Wah…alhamdulillah berakhir juga akhirnya perjalanan dari NTB. Walaupun datangnya disambut oleh hujan yang deras sekali…tapi tidak apa2. Yang penting sampai dengan selamat…hanya saja memang…duingginnnnnn…

Seusai mandi, rapi2 dan minum teh hangat agar tidak flu…saya mencoba mencari-cari cara agar koneksi internet di kantor bisa di share ke komputer yang lain. Masalahnya selama ini koneksi tersebut tidak bisa dishare, karena memang dari ISP-nya hanya disediakan 1 IP saja yang bisa OL (maklum langganan murah).

Pertama saya coba menggunakan Analog Proxy (http://www.analogx.com/). Sudah OK dan selesai installnya. Tak coba hidupkan proxy servernya dan setting browser di client, eh ternyata client yang lain tidak bisa akses. Ini karena IP client di blok untuk menggunakan IP yang sejenis dengan IP server. (IP client xx.xx.x.xxx sedang server xx.xx.xx.xxx). Kalau tidak menggunakan IP sejenis jelas tidak bisa konek. (Kalau mau menggunakan IP sejenis jelas akan diblok oleh ISP…)

Cukup lama saya mencari-cari solusinya…dan baru ketemu paginya seusai shalat subuh. Alhamdulillah…jadi saya kemudian menyiasatinya dengan memberikan IP ganda di komputer yang dianggap sebagai server lokal di kantor ini. Jadi selain memiliki IP dari ISP komputer ini juga memiliki IP lokal yang akan digunakan oleh komputer lain sebagai gerbang untuk koneksi internetnya (semacam gateway lah begitu).

Jadi caranya begini :

1. Setelah install proxy selesai, buka network connection dan tambahkan setting IP LAN yang konnek ke ISP. Yang ditambah adalah No IP lain agar komputer ini bisa diakses dari komputer lokal menggunakan IP yang berbeda dengan yang diberikan ISP. Caranya dengan menekan tombol advance pada sudut bawah.

IP-Config

2. Setelah itu maka akan tampil kotak dialog Advance TCP/IP setting. Lalu tekan tombol Add untuk menambahkan NO IP baru buat komputer tersebut.

ip-2.gifip-3.gif

Setelah ditambahkan tinggal di OK dan komputer tersebut telah mempunyai 2 IP sekaligus…

3. Sekarang tinggal mensetting komputer lain agar bisa mengakses Port Proxy komputer ini.

4. Secara otomatis Analog proxy membuka port 6588 jadi tidak perlu setting apapun. Hanya tinggal hidupkan dan koneksi internet sudah tersharing ke komputer yang lain. Yang harus di setting di komputer client proxy adalah setting browsernya. Jika menggunakan IE settingnya ada di menu Tool – Options pada tab Connection. Yang harus dirubah adalah LAN settingnya.

lan-1.giflan-2.gif

Jika sudah tinggal di OK dan IE sudah bisa konek ke internet lewat perantara komputer yang terhubung ke ISP. Untuk Firefox settingnya ada di menu Tool-Options pada tab advance (v. 2) atau di general (v. 1).

fire-1.gif fire-2.gif

Lalu masukkan setting seperti di IE tadi. Setelah di OK semua, firefox pun sudah siap juga untuk browshing via proxy server. Untuk Opera juga sama sebenarnya, tinggal disetting saja pada menu Tool-Preference tab Advance dan sub network. Tekan tombol proxy setting di sana lalu isilah configurasi IP seperti di Firefox atau IE tadi.

opera-1.gif opera-2.gif

Selamat berinternet ria…